Mensyukuri Nikmat Umur
Oleh: Ust. Sumanto, M. Pd. I
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ
اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ:
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
Hari demi hari sudah kita
lalui, tanpa terasa sudah 30 hari kita berada ditahun baru 2015 M, hal ini
mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa sesungguhnya dengan bertambahnya umur
kita, pada hakikatnya berkurang pula jatah umur kita untuk hidup didunia pana
ini.
Umur merupakan karunia dan
amanat dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dipergunakan dengan
sebaik-baiknya, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui kapan umurnya akan
berkahir, dan kapan ajal akan menjemputnya, mungkin tahun depan, atau lusa, bisa
saja besok, kita tidak tahu, karena memang setiap manusia sudah ditentukan
ajalnya msing-masing, apabila ajalnya sudah datang tidak bisa dimajukan dan
tidak bisa pula dimundurkan walaupun sesaat. Allah SWT berfirman:
Èe@ä3Ï9ur >p¨Bé& ×@y_r& ( #sŒÎ*sù uä!%y` öNßgè=y_r& Ÿw tbrãÅzù'tGó¡o„ Zptã$y™ ( Ÿwur šcqãBωø)tGó¡o„ ÇÌÍÈ
Artinya:
Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak
dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Al-A’raf:
34)
Oleh sebab itu, mari disisa umur
yang diberikan oleh Allah ini kita syukuri dengan sebaik-baiknya.
Bagaimana cara mensyukri nikmat umur yang diberikan oleh Allah? Diantaranya
adalah: 
Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:

Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:
خَيْرُالنَّاسِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَشَرُّ النَّا سِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَسَا ءَ
عَمَلُهُ
Artinya: Sebaik-baik manusia adalah seseorang yang
dianugrahi umur panjang baik amalannya, Dan sebaliknya, seburuk-buruk manusia
adalah seseorang yang diberi umur panjang, tetapi buruk amalannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Umur yang ada pada diri kita ini
nanti akan ditanyakan oleh dan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,
yaitu untuk apa umur ini kita habiskan dan untuk apa umur ini kita pergunakan?
Kita pergunakan untuk apa masa mudah dan masa tua kita? Pada
waktu ditanya oleh Allah, kita tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab anggota
badan kita yang akan menjadi saksi, sedangkan mulut kita, tidak dapat berbicara
karena dikunci oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat
Yasin:65
tPöqu‹ø9$# ÞOÏFøƒwU #’n?tã öNÎgÏdºuqøùr& !$uZßJÏk=s3è?ur öNÍk‰É‰÷ƒr& ߉pkô¶s?ur Nßgè=ã_ö‘r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç6Å¡õ3tƒ ÇÏÎÈ
Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan
berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka
terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan oleh Allah berikutnya yaitu:
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Waktu adalah sesuatu yang sangat
berharga bagi seorang muslim. Bahkan lebih berharga dari harta benda yang
dimilikinya. Karena harta apabila hilang maka masih bisa untuk dicari.
Sementara waktu apabila telah berlalu tidak mungkin untuk kembali lagi.
Sehingga tidak ada yang tersisa dari waktu yang telah lewat kecuali apa yang
telah dicatat oleh malaikat.
Maka sungguh betapa ruginya orang yang tidak memanfaatkan waktunya.
Meskipun kehidupannya serba tercukupi dan serba ada, namun apalah artinya kalau
seandainya berakhir dengan menerima azab dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah:
|M÷ƒuätsùr& bÎ) óOßg»oY÷èG¨B tûüÏZÅ™ ÇËÉÎÈ ¢OèO Nèduä!%y` $¨B (#qçR%x. šcr߉tãqムÇËÉÏÈ !$tB 4Óo_øîr& Nåk÷]tã $¨B (#qçR%x. šcqãèFyJムÇËÉÐÈ
Artinya: Maka bagaimana pendapatmu jika kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang Telah diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. Q.S. Asy-Syu’ara: 205-207)
Ketiga, Dengan cara meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.
اَنْ تَعْبُدَ اللّهَ كَاَ نّكَ تَراَ هُ فَاِ نْ لَمْ
تَكًنْ تَراَهُ فَاِ نّهُ يَراَ كَ
Yaitu apabila kita menyembah Allah
hendaknya kita seolah-olah melihat Allah, dan apabila kita tidak dapat melihat
Allah, maka kita hendaknya meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah
melihat kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Memang benar bahwa pada dasarnya
Allah menciptakan kita sebagai manusia adalah hanya untuk menyembah
kepada-Nya bukan menyembah kapada yang lain. Hal ini sebagaimana firman
Allah:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. ( Adzariat:56 ).
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan Allah berikutnya yaitu:
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Dalam kesempatan yang mulia ini,
mari kita melakukan introspeksi diri,
merenungkan kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, baik yang
kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja.
Apabila kita sudah melakukan introspeksi
diri dan sudah merenungkan kesalahan dan kehilafan kita tentang amal
perbuatan kita selama ini, maka kita akan tahu, apakah kebaikan yang selama ini
kita lakukan lebih banyak dari pada keburukannya, atau sebaliknya justru keburukan
atau kemaksiatan yang lebih banyak dari pada amal shaleh yang selama ini kita
lakukan.
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ خَيْرًا مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ رَا بِحٌ
Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari
kemarinm maka dialah termasuk orang yang beruntung.
وَمَنْ كَا نَ يَوْمُهُ مِثْـلُ مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْ
نٌ
Dan barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin,
maka dia masih tergolong orang yang masih rugi.
وَ مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ شَرًّا مِنْ اَ مْسِهِ فَهُوَ
مَلْـعُوْ نٌ
Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada
hari kemarin, maka dia tergolong orang yang terlaknat (celaka).
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah
Agar kita tidak tergolong
orang-orang yang rugi apalagi tergolong orang-orang yang terlaknat dan celaka,
maka mari kita tingkatkan
kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kemudian kita bertekad
untuk meninggalkan segala kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT dan kita
semua bertekad bahwa hari ini harus lebih baik dari pada hari-hari yang sudah
lewat, sehingga kita akan tergolong menjadi orang-orang yang beruntung bukan
menjadi orang yang rugi.
Selanjutnya kita harus bertaubat kepada Allah atas seluruh kesalahan yang
telah kita lakukan serta memohon ampun atas segala kekurangan dalam
menjalankan ketaatan kepada-Nya. Di samping itu juga memohon pertolongan kepada
Allah untuk bisa istiqamah dan
senantiasa bertambah amal shalih kita.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikianlah khatbah yang singkat ini, mudah-mudahan dengan khotbah kali ini iman dan takwa kita senantiasa bertambah. Marilah kita gunakan sisa umur yang masih diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya, dengan selalu mengabdi dan beribadah kepadanya, agar kelak kita menjadi orang yang beruntung, dan dapat mempertanggunjawabkan umur kita dihadapan Allah SWT.
Amin yarobbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفْعَنِي وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَأسْتَغْفِرُ
اللهِ لِيْ وَلَكُمْ, وَلِوَالِدِيْنَا وَلِوَالِدِيْكُمْ, وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَ الْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ, إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ , وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ . عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
Mensyukuri Nikmat Umur
Oleh: Ust. Sumanto, M. Pd. I
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ
اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ:
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
Hari demi hari sudah kita
lalui, tanpa terasa sudah 30 hari kita berada ditahun baru 2015 M, hal ini
mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa sesungguhnya dengan bertambahnya umur
kita, pada hakikatnya berkurang pula jatah umur kita untuk hidup didunia pana
ini.
Umur merupakan karunia dan
amanat dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dipergunakan dengan
sebaik-baiknya, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui kapan umurnya akan
berkahir, dan kapan ajal akan menjemputnya, mungkin tahun depan, atau lusa, bisa
saja besok, kita tidak tahu, karena memang setiap manusia sudah ditentukan
ajalnya msing-masing, apabila ajalnya sudah datang tidak bisa dimajukan dan
tidak bisa pula dimundurkan walaupun sesaat. Allah SWT berfirman:
Èe@ä3Ï9ur >p¨Bé& ×@y_r& ( #sŒÎ*sù uä!%y` öNßgè=y_r& Ÿw tbrãÅzù'tGó¡o„ Zptã$y™ ( Ÿwur šcqãBωø)tGó¡o„ ÇÌÍÈ
Artinya:
Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak
dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Al-A’raf:
34)
Oleh sebab itu, mari disisa umur
yang diberikan oleh Allah ini kita syukuri dengan sebaik-baiknya.
Bagaimana cara mensyukri nikmat umur yang diberikan oleh Allah? Diantaranya
adalah: 
Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:

Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:
خَيْرُالنَّاسِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَشَرُّ النَّا سِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَسَا ءَ
عَمَلُهُ
Artinya: Sebaik-baik manusia adalah seseorang yang
dianugrahi umur panjang baik amalannya, Dan sebaliknya, seburuk-buruk manusia
adalah seseorang yang diberi umur panjang, tetapi buruk amalannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Umur yang ada pada diri kita ini
nanti akan ditanyakan oleh dan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,
yaitu untuk apa umur ini kita habiskan dan untuk apa umur ini kita pergunakan?
Kita pergunakan untuk apa masa mudah dan masa tua kita? Pada
waktu ditanya oleh Allah, kita tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab anggota
badan kita yang akan menjadi saksi, sedangkan mulut kita, tidak dapat berbicara
karena dikunci oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat
Yasin:65
tPöqu‹ø9$# ÞOÏFøƒwU #’n?tã öNÎgÏdºuqøùr& !$uZßJÏk=s3è?ur öNÍk‰É‰÷ƒr& ߉pkô¶s?ur Nßgè=ã_ö‘r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç6Å¡õ3tƒ ÇÏÎÈ
Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan
berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka
terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan oleh Allah berikutnya yaitu:
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Waktu adalah sesuatu yang sangat
berharga bagi seorang muslim. Bahkan lebih berharga dari harta benda yang
dimilikinya. Karena harta apabila hilang maka masih bisa untuk dicari.
Sementara waktu apabila telah berlalu tidak mungkin untuk kembali lagi.
Sehingga tidak ada yang tersisa dari waktu yang telah lewat kecuali apa yang
telah dicatat oleh malaikat.
Maka sungguh betapa ruginya orang yang tidak memanfaatkan waktunya.
Meskipun kehidupannya serba tercukupi dan serba ada, namun apalah artinya kalau
seandainya berakhir dengan menerima azab dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah:
|M÷ƒuätsùr& bÎ) óOßg»oY÷èG¨B tûüÏZÅ™ ÇËÉÎÈ ¢OèO Nèduä!%y` $¨B (#qçR%x. šcr߉tãqムÇËÉÏÈ !$tB 4Óo_øîr& Nåk÷]tã $¨B (#qçR%x. šcqãèFyJムÇËÉÐÈ
Artinya: Maka bagaimana pendapatmu jika kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang Telah diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. Q.S. Asy-Syu’ara: 205-207)
Ketiga, Dengan cara meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.
اَنْ تَعْبُدَ اللّهَ كَاَ نّكَ تَراَ هُ فَاِ نْ لَمْ
تَكًنْ تَراَهُ فَاِ نّهُ يَراَ كَ
Yaitu apabila kita menyembah Allah
hendaknya kita seolah-olah melihat Allah, dan apabila kita tidak dapat melihat
Allah, maka kita hendaknya meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah
melihat kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Memang benar bahwa pada dasarnya
Allah menciptakan kita sebagai manusia adalah hanya untuk menyembah
kepada-Nya bukan menyembah kapada yang lain. Hal ini sebagaimana firman
Allah:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. ( Adzariat:56 ).
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan Allah berikutnya yaitu:
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Dalam kesempatan yang mulia ini,
mari kita melakukan introspeksi diri,
merenungkan kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, baik yang
kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja.
Apabila kita sudah melakukan introspeksi
diri dan sudah merenungkan kesalahan dan kehilafan kita tentang amal
perbuatan kita selama ini, maka kita akan tahu, apakah kebaikan yang selama ini
kita lakukan lebih banyak dari pada keburukannya, atau sebaliknya justru keburukan
atau kemaksiatan yang lebih banyak dari pada amal shaleh yang selama ini kita
lakukan.
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ خَيْرًا مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ رَا بِحٌ
Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari
kemarinm maka dialah termasuk orang yang beruntung.
وَمَنْ كَا نَ يَوْمُهُ مِثْـلُ مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْ
نٌ
Dan barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin,
maka dia masih tergolong orang yang masih rugi.
وَ مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ شَرًّا مِنْ اَ مْسِهِ فَهُوَ
مَلْـعُوْ نٌ
Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada
hari kemarin, maka dia tergolong orang yang terlaknat (celaka).
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah
Agar kita tidak tergolong
orang-orang yang rugi apalagi tergolong orang-orang yang terlaknat dan celaka,
maka mari kita tingkatkan
kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kemudian kita bertekad
untuk meninggalkan segala kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT dan kita
semua bertekad bahwa hari ini harus lebih baik dari pada hari-hari yang sudah
lewat, sehingga kita akan tergolong menjadi orang-orang yang beruntung bukan
menjadi orang yang rugi.
Selanjutnya kita harus bertaubat kepada Allah atas seluruh kesalahan yang
telah kita lakukan serta memohon ampun atas segala kekurangan dalam
menjalankan ketaatan kepada-Nya. Di samping itu juga memohon pertolongan kepada
Allah untuk bisa istiqamah dan
senantiasa bertambah amal shalih kita.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikianlah khatbah yang singkat ini, mudah-mudahan dengan khotbah kali ini iman dan takwa kita senantiasa bertambah. Marilah kita gunakan sisa umur yang masih diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya, dengan selalu mengabdi dan beribadah kepadanya, agar kelak kita menjadi orang yang beruntung, dan dapat mempertanggunjawabkan umur kita dihadapan Allah SWT.
Amin yarobbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفْعَنِي وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَأسْتَغْفِرُ
اللهِ لِيْ وَلَكُمْ, وَلِوَالِدِيْنَا وَلِوَالِدِيْكُمْ, وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَ الْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ, إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ , وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ . عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
Mensyukuri Nikmat Umur
Oleh: Ust. Sumanto, M. Pd. I
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ
اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ:
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
Hari demi hari sudah kita
lalui, tanpa terasa sudah 30 hari kita berada ditahun baru 2015 M, hal ini
mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa sesungguhnya dengan bertambahnya umur
kita, pada hakikatnya berkurang pula jatah umur kita untuk hidup didunia pana
ini.
Umur merupakan karunia dan
amanat dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dipergunakan dengan
sebaik-baiknya, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui kapan umurnya akan
berkahir, dan kapan ajal akan menjemputnya, mungkin tahun depan, atau lusa, bisa
saja besok, kita tidak tahu, karena memang setiap manusia sudah ditentukan
ajalnya msing-masing, apabila ajalnya sudah datang tidak bisa dimajukan dan
tidak bisa pula dimundurkan walaupun sesaat. Allah SWT berfirman:
Èe@ä3Ï9ur >p¨Bé& ×@y_r& ( #sŒÎ*sù uä!%y` öNßgè=y_r& Ÿw tbrãÅzù'tGó¡o„ Zptã$y™ ( Ÿwur šcqãBωø)tGó¡o„ ÇÌÍÈ
Artinya:
Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak
dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Al-A’raf:
34)
Oleh sebab itu, mari disisa
umur yang diberikan oleh Allah ini kita syukuri dengan sebaik-baiknya.
Bagaimana cara mensyukri nikmat umur yang diberikan oleh Allah? Diantaranya
adalah: 
Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:

Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Umur akan sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:
خَيْرُالنَّاسِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَشَرُّ النَّا سِ مَنْ طَا لَ عُمْرَهُ وَسَا ءَ
عَمَلُهُ
Artinya: Sebaik-baik manusia adalah seseorang yang
dianugrahi umur panjang baik amalannya, Dan sebaliknya, seburuk-buruk manusia
adalah seseorang yang diberi umur panjang, tetapi buruk amalannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Umur yang ada pada diri
kita ini nanti akan ditanyakan oleh dan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah
SWT, yaitu untuk apa umur ini kita habiskan dan untuk apa umur ini kita
pergunakan? Kita pergunakan untuk apa masa mudah dan masa tua kita? Pada
waktu ditanya oleh Allah, kita tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab anggota
badan kita yang akan menjadi saksi, sedangkan mulut kita, tidak dapat berbicara
karena dikunci oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat
Yasin:65
tPöqu‹ø9$# ÞOÏFøƒwU #’n?tã öNÎgÏdºuqøùr& !$uZßJÏk=s3è?ur öNÍk‰É‰÷ƒr& ߉pkô¶s?ur Nßgè=ã_ö‘r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç6Å¡õ3tƒ ÇÏÎÈ
Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan
berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka
terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan oleh Allah berikutnya yaitu:
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Waktu adalah sesuatu yang
sangat berharga bagi seorang muslim. Bahkan lebih berharga dari harta benda
yang dimilikinya. Karena harta apabila hilang maka masih bisa untuk dicari.
Sementara waktu apabila telah berlalu tidak mungkin untuk kembali lagi.
Sehingga tidak ada yang tersisa dari waktu yang telah lewat kecuali apa yang
telah dicatat oleh malaikat.
Maka sungguh betapa ruginya orang yang tidak memanfaatkan waktunya.
Meskipun kehidupannya serba tercukupi dan serba ada, namun apalah artinya kalau
seandainya berakhir dengan menerima azab dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah:
|M÷ƒuätsùr& bÎ) óOßg»oY÷èG¨B tûüÏZÅ™ ÇËÉÎÈ ¢OèO Nèduä!%y` $¨B (#qçR%x. šcr߉tãqムÇËÉÏÈ !$tB 4Óo_øîr& Nåk÷]tã $¨B (#qçR%x. šcqãèFyJムÇËÉÐÈ
Artinya: Maka bagaimana pendapatmu jika kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang Telah diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. Q.S. Asy-Syu’ara: 205-207)
Ketiga, Dengan cara meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.
اَنْ تَعْبُدَ اللّهَ كَاَ نّكَ تَراَ هُ فَاِ نْ لَمْ
تَكًنْ تَراَهُ فَاِ نّهُ يَراَ كَ
Yaitu apabila kita menyembah Allah
hendaknya kita seolah-olah melihat Allah, dan apabila kita tidak dapat melihat
Allah, maka kita hendaknya meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah
melihat kita.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Memang benar bahwa pada
dasarnya Allah menciptakan kita sebagai manusia adalah hanya untuk
menyembah kepada-Nya bukan menyembah kapada yang lain. Hal ini
sebagaimana firman Allah:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. ( Adzariat:56 ).
Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan Allah berikutnya yaitu:
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Keempat, Melakukan muhasabah/introspeksi diri.
Dalam kesempatan yang mulia ini,
mari kita melakukan introspeksi diri,
merenungkan kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, baik yang
kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja.
Apabila kita sudah melakukan introspeksi
diri dan sudah merenungkan kesalahan dan kehilafan kita tentang amal
perbuatan kita selama ini, maka kita akan tahu, apakah kebaikan yang selama ini
kita lakukan lebih banyak dari pada keburukannya, atau sebaliknya justru keburukan
atau kemaksiatan yang lebih banyak dari pada amal shaleh yang selama ini kita
lakukan.
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
Kita juga akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:
مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ خَيْرًا مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ رَا بِحٌ
Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari
kemarinm maka dialah termasuk orang yang beruntung.
وَمَنْ كَا نَ يَوْمُهُ مِثْـلُ مِنْ اَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْ
نٌ
Dan barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin,
maka dia masih tergolong orang yang masih rugi.
وَ مَنْ كَا نَ يَوْ مُهُ شَرًّا مِنْ اَ مْسِهِ فَهُوَ
مَلْـعُوْ نٌ
Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada
hari kemarin, maka dia tergolong orang yang terlaknat (celaka).
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah
Agar kita tidak tergolong
orang-orang yang rugi apalagi tergolong orang-orang yang terlaknat dan celaka,
maka mari kita tingkatkan
kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kemudian kita bertekad
untuk meninggalkan segala kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT dan kita
semua bertekad bahwa hari ini harus lebih baik dari pada hari-hari yang sudah
lewat, sehingga kita akan tergolong menjadi orang-orang yang beruntung bukan
menjadi orang yang rugi.
Selanjutnya kita harus bertaubat kepada Allah atas seluruh kesalahan yang
telah kita lakukan serta memohon ampun atas segala kekurangan dalam
menjalankan ketaatan kepada-Nya. Di samping itu juga memohon pertolongan kepada
Allah untuk bisa istiqamah dan
senantiasa bertambah amal shalih kita.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikianlah khatbah yang singkat ini, mudah-mudahan dengan khotbah kali ini iman dan takwa kita senantiasa bertambah. Marilah kita gunakan sisa umur yang masih diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya, dengan selalu mengabdi dan beribadah kepadanya, agar kelak kita menjadi orang yang beruntung, dan dapat mempertanggunjawabkan umur kita dihadapan Allah SWT.
Amin yarobbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفْعَنِي وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَأسْتَغْفِرُ
اللهِ لِيْ وَلَكُمْ, وَلِوَالِدِيْنَا وَلِوَالِدِيْكُمْ, وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَ الْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ
ذَنْبٍ, إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ , وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْن . أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , إِتَّقُوااللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَقَالَ اللهُ تَعَالَى
فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي
ياَأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . أَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ,
فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ , وَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ ,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ . عِبَادَاللهِ
, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
, فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ , وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ , أَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar